Ibu


Ibu,
Sayu matamu memandangiku
Memberikanku secercak harapan
Di hari esok penuh tantangan

Ibu,
Inginku memeluk dan berlutut di kakimu
Sebagai tanda bangga dan hormatku kepadamu

Kau bukanlah sosok yang inginkan imbalan
Kau bukanlah sosok yang inginkan materi
Kau bukanlah sosok yang inginkan pujian
Namun,
Namun yang kau harapkan hanyalah
Sebingkis doa kala kau kembali kepaNya

Sungguh mulia dirimu
Wahai ibu

Takkan pernah kulupakan pessanmu
Sepanjang hayatku

“Ingat aku dalam doamu, nak!”.

%d blogger menyukai ini: