BUDAYA SASAK NGURISANG

Indonesia memang kaya dengan berbagai budaya, dari Sabang sampai Merauke beribu-ribu bahkan berjuta kebudayaan hasil karya manusia menambah keanekaragaman budaya di indonesia, salah satunya iaitu budaya “Ngurisang” yang berasal dari Lombok khusunya Lombok Timur. Kata Ngurisang itu sendiri berasal dari bahasa Sasak yakni Kuris yang dalam bahasa Indonesia artinya Cukur kemudian dibendakan menjadi Ngurisang.
Ngurisang adalah salah satu bentuk syukuran atas rahmat dan karunia Allah SWT yang memberikan rahmatnya berupa kelahiran seorang bayi yang tentunya dinanti-nantikan oleh kedua orang tuannya yang semoga kelak menjadi seorang yang berguna bagi bangsa, negara dan agama.
Ngurisang itu sendiri dilakukan pada kali pertama melahirkan dan setelah melahirkan untuk kali keduanya ngurisang tidak akan dilakukan lagi.
Sebelum prosesi ngurisang tersebut dilakukan biasanya dimulai dengan dzikir dan do’a yang dipimpin langsung oleh tokoh agama. Ngurisang dilakukan dengan menggunting sedikit rambut sang bayi oleh tokoh agama atau dalam istilah sasak yakni tuan guru kemudian para undangan yang hadir secara bergiliran hanya memercikkan air kembang ke kepala sang bayi. Kemudian para undangan yang hadir dijamu.
Demikian sekilas mengenai ngurisang.

%d blogger menyukai ini: