PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT

A. Pendahuluan

H.L. Blum menyatakan bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu faktor lingkungan (environment), faktor perilaku (behaviour), faktor pelayanan kesehatan (health service) dan faktor keturunan (heredity). Di negara berkembang, faktor lingkungan merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi derajat kesehatan, karena erat kaitannya dengan penyakit – penyakit infeksi.
Sedangkan dinegara maju, derajat kesehatan sangat dipengaruhi oleh faktor perilaku. Perubahan gaya hidup, penggunaan obat – obat terlarang, konsumsi makanan yang tidak segar seperti makanan instan, makanan dalam kaleng dan sebagainya akan mempengaruhi kesehatan.
Gaya hidup masyarakat di kota – kota besar jauh berbeda dengan masyarakat pedesaan, terutama yang berkaitan dengan pola konsumsi makanan, obat – obatan, pekerjaan dan sebagainya. Oleh karena itu pola perkembangan jenis penyakitpun berbeda antara daerah pedesaan dengan perkotaan. Hal ini terjadi karena perubahan perilaku.
Di pedesaan masalah perilaku sangat berkaitan dengan ketidaktahuan. Artinya perilaku yang tidak sesuai dengan konsep – konsep hidup sehat disebabkan karena tidak adanya atau kurangnya pemahaman. Sementara di wilayah perkotaan pada umumnya perilaku yang tidak sesuai dengan konsep – konsep hidup sehat lebih banyak dipengaruhi oleh gaya hidup, prestise atau sejenisnya.
Dapat disimpulkan bahwa baik di daerah perkotaan maupun pedesaan, faktor perilaku berpengaruh terhadap kesehatan individu dan masyarakat. Untuk mengadakan perubahan perilaku agar masyarakat mampu mengubah gaya hidup atau memahami konsep – konsep hidup sehat, salah satu pendekatan edukatif adalah melalui pendidikan kesehatan masyarakat.

Pendekatan melalui aspek pendidikan termasuk kegiatan penyuluhan kesehatan, yang bertujuan untuk merubah perilaku masyarakat yang merugikan kesehatan ke arah perilaku hidup sehat.

Pendidikan kesehatan masyarakat pada hakekatnya adalah penunjang semua program – program dan usaha – usaha di bidang kesehatan. Sebagai usaha penunjang, pendidikan kesehatan masyarakat memegang peranan penting, karena pada hakekatnya semau usaha dalam bidang kesehatan masyarakat tidak akan berhasil baik apabila masyarakat tidak diberikan motivasi untuk berperan serta dalam melaksanakan program tersebut. Ini artinya perlu diberikan penyuluhan terlebih dahulu.
Sebagai contoh, Pekan Immunisasi Nasional (PIN) merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan pemerintah tanpa memungut biaya. Tanpa penyuluhan kesehatan melalui siaran radio, televisi, poster, spanduk dan sebagainya, masyarakat tidak tertarik dan belum tentu akan membawa balita atau putra / putrinya ke Pos PIN.
Demikian pula program kesehatan lainnya. Terutama program atau usaha kesehatan tersebut masih baru atau belum banyak dikenal oleh masyarakat, maka peranan penyuluhan kesehatan akan nampak dengan jelas.
Mengingat setiap usaha kesehatan perlu penyuluhan kesehatan, maka setiap petugas (apapun profesinya) dituntut untuk bertanggung jawab di dalam proses penyuluhan kesehatan masyarakat, sehingga perlu membekali diri di dalam perencanaan, pelaksanaan dan mengevaluasinya.

Klik disini untuk download artikel keseluruhan

%d blogger menyukai ini: