Data Keperawatan Jiwa

1. TERAPI PADA GANGGUAN JIWA
Terdiri atas
1. Psikoterapi
2. Tx medikamentosa
3. Tx kerja
4. Tx rekreasi
5. Tx drama
6. Tx kejang listrik
7. Tx pembedahan
Psikoterapi = Tx Wawancara
1. Suportif = dukungan
2. Analitik = membongkar kondisi jiwa & mencari permasalahan
Tx Medikamentosa = Tx obat-obatan
1. Anti-psikotik
2. Anti-ansietas
3. Anti-depresan
4. Lain-lain
Anti-psikotik Gangguan Psikotik
Skizofrenia
1. Golongan Phenothiazine
2. Golongan Butirophenon
3. Golongan Diphenil butil piperidin
4. Golongan Benzamide
5. Golongan Dibenzodiazepine
6. Golongan Benzisoxazol
1 s/d 3 = tipikal (konvensional)
4 & 6 = atipikal
Anti-psikotik tipikal (konvensional)
Cirinya:
1. Mampu menghilangkan gejala (+)
2. Tdk mampu menghilangkan gejala (-)
3. Efek samping ekstrapiramidal, kuat.
4. Efek samping sedatif, kuat.
5. Relatif murah
6. Pasien kurang suka
Gejala (+): pasien, ada VS normal tdk ada
waham
halusinasi
Gejala (-): normal, ada VS pasien, menurun
penarikan diri
hendaya: pekerjaan
perawatan diri
Golongan Phenothiazine:
Chlorpromazine (CPZ)
Trifluoperazine (TPZ)
Perphenazine (PPZ)
Efek: anti psikotik
sedatif
Sediaan
CPZ : tab (25 mg & 100 mg) & injeksi
TPZ (5 mg) & PPZ (4 mg)
Golongan Butirophenon: Haloperidol (HLP)
Sediaan: tab (5 mg & 1,5 mg)
injeksi short acting: 5 mg/cc
long acting: 50 mg/cc
(2-4 minggu)
Perbedaan CPZ HLP
1. Efek anti-psikotik lemah kuat
2. Efek sedatif kuat lemah
3. Efek ekstra piramidal lemah kuat
4. Penggunaan gaduh tenang
Gelisah
sulit stupor
tidur
Golongan Diphenil butil piperidine :pimozide
Golongan Benzamide :Sulpiride
Golongan Dibenzodiazepine :Clozapine
Golongan Benzisoxazole :Risperidone
Anti-psikotik atipikal
Golongan
Sulpiride
Dibenzodiazepine & Benzisoxazole
Cirinya:
1. Mampu menghilangkan gejala (+) & (-)
2. Efek samping minimal
3. Relatif mahal
Efek samping injeksi yg dpt segera terjadi
1. Hipotensi orthostatik
2. Syok anafilaktik
3. Reaksi alergi
Efek samping jangka panjang anti-psikotik
oral :
1. Ekstra piramidal
2. Hormonal
3. Sistem pembentukan darah
4. Sistem pencernaan
Ekstrapiramidal
1. Parkinsonisme
2. Tardive diskinesia
3. Akatisia
Parkinsonisme
1. tremor
2. rigiditas
3. bradikinesia
diatasi dgn obat anti parkinson
tab: trihexyphenidil atau Inj S.A./im
Efek samping hormonal:
Wanita : galaktorrhoe,amenorrhoe
Pria: impotensi,ginekomastia
Efek samping sistem pembentukan darah:
1. agranulositosis
2. leukopenia
3. thromobositopenia
4. anemia
Efek samping sistem pencernaan:
– mulut kering
– lidah kaku
– diare
– kerusakan hepar ikterus
Obat anti cemas = anti ansietas
Golongan : benzodiazepine
non benzodiazepine
Benzodiazepine Contoh:diazepam
efek
– anti cemas – alprazolam
– sedatif – chlordiazepoxide
– pelemas otot – Lorazepam
– Clobazam
Diazepam
Injeksi digunakan untuk Gaduh gelisah
Pemakaian jangka panjang menyebabkanketergantungan
Obat anti-depresan
1. Golongan trisiklik
2. Golongan tetrasiklik
3. Golongan monoamine oksidase inhibitor
4. Golongan Selective Serotonin Re-Uptake Inhibitor
Golongan trisiklik
Amitriptylin: menghambat induksi jantung
Imipramin: mengatasi ngompol pd anak-anak
Tx kejang listrik
Electro Convulsive Therapy (ECT)
2 macam : – konvensional
– monitor (premedikasi)
Indikasi :
– gaduh gelisah
– konversi histeri
– manik
– depresi berat
– pasien resisten tx obat
– psikosis akut
Kontra indikasi
– absolut:
1. penyakit otak
2. penyakit jantung
3. penyakit paru : kaverne
4. penyakit tulang : patah tulang
– relatif:
1. kehamilan trimester I
2. penyakit paru nonkaverne
3. keadaan umum lemah
Persiapan ECT
1. Px fisik tanpa kontra indikasi
2. Puasa minimal 4 jam
3. BAK & BAB lebih dulu
4. Spatel lidah dari karet
5. Larutan garam fisiologis
6. Baju yg longgar
7. Asisten memegangi pasien
Efek samping ECT
1. Patah tulang vertebra
2. Luksasi mandibula
3. Apnoe memanjang
4. Aspirasi pneumonia
5. Kematian
ECT monitor
– Ada alat monitor
– Dimonitor: otak & jantung ; EEG & ECG
– Ke-2 organ: vital & sensitip arus listrik
ECT premedikasi sebelum ECT diberikan:
1.Sulfas atropin menurunkan lendir paru
2.Penthotal : anestesi
3.Suksinil koline : melemaskan otot (Bahayanya Suksinil koline dpt melumpuhkan otot pernafasan)
Manfaat
1. Kontra indikasi
2. Efek samping minimal
3. Pasien tdk takut rasa sakit
4. Rasa nyaman (+)
MEKANISME KERJA
ECT bertujuan untuk menginduksi suatu kejang klonik yang dapat memberi efek terapi (therapeutic clonic seizure) setidaknya selama 15 detik. Kejang yang dimaksud adalah suatu kejang dimana seseorang kehilangan kesadarannya dan mengalami rejatan. Tentang mekanisme pasti dari kerja ECT sampai saat ini masih belum dapat dijelaskan dengan memuaskan. Namun beberapa penelitian menunjukkan kalau ECT dapat meningkatkan kadar serum brain-derived neurotrophic factor (BDNF) pada pasien depresi yang tidak responsif terhadap terapi farmakologis.
INDIKASI
ECT ditujukan bagi pasien gangguan jiwa baik itu schizoprenia maupun depresi berat (terutama dengan risiko bunuh diri) yang tidak berespon terhadap terapi farmakologis dengan dosis efektif tinggi dan psikoterapi. Namun diperlukan pertimbangan khusus jika ingin melakukan ECT bagi ibu hamil, anak-anak dan lansia karena terkait dengan efek samping yang mungkin di timbulkannya.
KONTRA INDIKASI
Absolut : Infark myocard, CVE, massa intracranial
Relatif : Angina tidak terkontrol, Gagal jantung kongestif, Osteoporosis berat, fraktur tulang besar, glaukoma, retinal detachment
EFEK SAMPING
Efek samping ECT secara fisik hampir mirip dengan efek samping dari anesthesia umum. Secara psikis efek samping yang paling sering muncul adalah kebingungan dan memory loss setelah beberapa jam kemudian. Biasanya ECT akan menimbulkan amnesia retrograde dan antegrade. Beberapa ahli juga menyebutkan bahwa ECT dapat merusak struktur otak. Namun hal ini masih diperdebatkan karena masih belum terbukti secara pasti.
Efek samping khusus yang perlu diperhatikan :
Cardiovaskuler :
1. Segera : stimulasi parasimpatis (bradikardi, hipotensi)
2. Setelah 1 menit : Stimulasi simpatis (tachycardia, hipertensi, peningkatan konsumsi oksigen otot jantung, dysrhythmia)
Efek Cerebral :
1. Peningkatan konsumsi oksigen.
2. Peningkatan cerebral blood flow
3. Peningkatan tekanan intra cranial
Efek lain :
1. Peningkatan tekanan intra okuler
2. Peningkatan tekanan intragastric

%d blogger menyukai ini: